السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

kisah seputar keluarga

Jumat, 10 November 2017

Orang yang tiada tersentuh api neraka

Membayangkan ringannya siksa neraka itu, telapak kaki menginjak permukaan neraka. Otak menjadi mendidih.

Adakah *ORANG YANG TIADA TERSENTUH API NERAKA*?

Jawabannya : *ADA*

Orang yang seperti apakah itu?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda :

‎ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ

_"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?"_

Para sahabat berkata, _"Mau, wahai Rasulallah!"_

Beliau menjawab:
_"(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang *Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl*."_

📖HR At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban

Apakah itu *Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl*?

☺ *HAYYIN*
_Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin._
_Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya_.

☺ *LAYYIN*
_Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia_.

☺ *QARIB*
_Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu_.

☺ *SAHL*
Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan.

Maka menjadilah berkarakter 4 itu wahai saudara-saudaraku...

"Umm... saya itu sudah keras darisananya..."

Tidak saudariku sayang, bebatuan di tebing itu keras, jika diasah dengan baik... maka akan menjadi marmer... bahkan pualam yang indah. 💝

*"Umm... bagaimana caranya menjadi lembut?"*

☺ ahhh yg ini saya juga masih belajar.

Maka teladanilah akhlak Rasulullah

Allah ta’ala mensifati nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau adalah orang yang berakhlak mulia.

Allah ta’ala berfirman

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

📖Qs. Al Qalam: 4

Perangai kurang lembut juga merupakan sebab akibat dari dijauhinya diri oleh insan lain.

Dalam surat al Imran Allah memberikan petunjuk :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka *disebabkan rahmat dari Allah* lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, *sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”*
📖QS. Ali Imran: 159

'Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.”
📖HR. Bukhari dan Muslim

Bukhari juga meriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat mengenai seorang Arab Badui yang buang air di dalam masjid,

“Biarkan dia menyelesaikan buang airnya, kemudian tuangkanlah setimba air di tempat buang airnya, atau siramlah dengan seember air, karena sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan bukan untuk mempersulit.”

👆🏻kalau orang zamam now, pasti sudah penuh blush on 😡 lihat keadaan orang badui seperti itu ya.

Maka berlaku lembutlah... saudaraku sayang...

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

_“Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.”_

Bahkan penentang sekeras firaun, Nabi Musa dan Nabi Harun masih diperintahkan oleh Rabb untuk mendakwahi dengan lembut.

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (٤٣)فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى (٤٤)

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut.”
📖QS. Thaha: 43-44

*Saya tambahkan catatan :*

Bahwa berdakwah dengan sikap lembut bukan berarti jadi mengikuti hal munkar yang mereka (yang didakwahi) lakukan ya...

Orang zaman now, juga ada yang kesannya melakukan dakwah dengan lembut, terpeleset malah ikut dan terbawa arus.

Yang didakwahi menghina alQuran, eh malah ikut membela hinaan tersebut. Dengan tafsir sendiri.

Yang didakwahi minum bir, eh malah ikut minum bir.

Itu bukan metode lembut ya, itu terbawa arus. Perlu diingatkan dengan lembut agar segera kembali. Dan didoakan agar kembali memperoleh hidayah.

ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ

Semoga semua penghuni Menara Cahaya, Rabb rahmati... Rabb anugerahi kelembutan. Rabb selalu berikan petunjuk jalan yang lurus. Serta selalu dalam limpahan hidayah taufiq dari Rabb.

🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸
@menara cahayFauziah Harlest Saria Fauziah Harlest Sari