السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

kisah seputar keluarga

Jumat, 10 November 2017

Orang yang tiada tersentuh api neraka

Membayangkan ringannya siksa neraka itu, telapak kaki menginjak permukaan neraka. Otak menjadi mendidih.

Adakah *ORANG YANG TIADA TERSENTUH API NERAKA*?

Jawabannya : *ADA*

Orang yang seperti apakah itu?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam  bersabda :

‎ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ،ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻤَﻦْ ﺗُﺤَﺮَّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭُ؟ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﻫَﻴِّﻦٍ، ﻟَﻴِّﻦٍ، ﻗَﺮِﻳﺐٍ، ﺳَﻬْﻞٍ

_"Maukah kalian aku tunjukkan orang yang Haram baginya tersentuh api neraka?"_

Para sahabat berkata, _"Mau, wahai Rasulallah!"_

Beliau menjawab:
_"(yang Haram tersentuh api neraka adalah) orang yang *Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl*."_

📖HR At-Tirmidzi dan Ibnu Hibban

Apakah itu *Hayyin, Layyin, Qarib, Sahl*?

☺ *HAYYIN*
_Orang yang memiliki ketenangan dan keteduhan lahir maupun batin._
_Tidak mudah memaki, melaknat serta teduh jiwanya_.

☺ *LAYYIN*
_Orang yang lembut dan santun, baik dalam bertutur-kata atau bersikap. Tidak kasar, tidak semaunya sendiri. Lemah lembut dan selalu menginginkan kebaikan untuk sesama manusia_.

☺ *QARIB*
_Akrab, ramah diajak bicara, menyenangkan bagi orang yang diajak bicara. Dan murah senyum jika bertemu_.

☺ *SAHL*
Orang yang tidak mempersulit sesuatu. Selalu ada solusi bagi setiap permasalahan.

Maka menjadilah berkarakter 4 itu wahai saudara-saudaraku...

"Umm... saya itu sudah keras darisananya..."

Tidak saudariku sayang, bebatuan di tebing itu keras, jika diasah dengan baik... maka akan menjadi marmer... bahkan pualam yang indah. 💝

*"Umm... bagaimana caranya menjadi lembut?"*

☺ ahhh yg ini saya juga masih belajar.

Maka teladanilah akhlak Rasulullah

Allah ta’ala mensifati nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau adalah orang yang berakhlak mulia.

Allah ta’ala berfirman

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

📖Qs. Al Qalam: 4

Perangai kurang lembut juga merupakan sebab akibat dari dijauhinya diri oleh insan lain.

Dalam surat al Imran Allah memberikan petunjuk :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka *disebabkan rahmat dari Allah* lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, *sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.”*
📖QS. Ali Imran: 159

'Mudahkanlah dan jangan mempersulit, sampaikan kabar gembira dan jangan menakut-nakuti.”
📖HR. Bukhari dan Muslim

Bukhari juga meriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabat mengenai seorang Arab Badui yang buang air di dalam masjid,

“Biarkan dia menyelesaikan buang airnya, kemudian tuangkanlah setimba air di tempat buang airnya, atau siramlah dengan seember air, karena sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan bukan untuk mempersulit.”

👆🏻kalau orang zamam now, pasti sudah penuh blush on 😡 lihat keadaan orang badui seperti itu ya.

Maka berlaku lembutlah... saudaraku sayang...

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

_“Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.”_

Bahkan penentang sekeras firaun, Nabi Musa dan Nabi Harun masih diperintahkan oleh Rabb untuk mendakwahi dengan lembut.

اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (٤٣)فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى (٤٤)

“Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat dan takut.”
📖QS. Thaha: 43-44

*Saya tambahkan catatan :*

Bahwa berdakwah dengan sikap lembut bukan berarti jadi mengikuti hal munkar yang mereka (yang didakwahi) lakukan ya...

Orang zaman now, juga ada yang kesannya melakukan dakwah dengan lembut, terpeleset malah ikut dan terbawa arus.

Yang didakwahi menghina alQuran, eh malah ikut membela hinaan tersebut. Dengan tafsir sendiri.

Yang didakwahi minum bir, eh malah ikut minum bir.

Itu bukan metode lembut ya, itu terbawa arus. Perlu diingatkan dengan lembut agar segera kembali. Dan didoakan agar kembali memperoleh hidayah.

ﻧﻌﻮﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ

Semoga semua penghuni Menara Cahaya, Rabb rahmati... Rabb anugerahi kelembutan. Rabb selalu berikan petunjuk jalan yang lurus. Serta selalu dalam limpahan hidayah taufiq dari Rabb.

🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸🌾🌸
@menara cahayFauziah Harlest Saria Fauziah Harlest Sari

Senin, 09 Oktober 2017

Tabah Meskipun Mendapat Dua Musibah

Salah satu kewajiban orang tua kepada anaknya adalah menikahkan sang anak ketika sudah sampai waktunya. Sebagai orang tua, Umar ibnul Khaththab amat memperhatikan masalah ini.

Suatu ketika anak Umar ibnul Khaththab yang bernama Hafshah mengalami suasana duka karena suaminya meninggal dunia di medan perang, duka yang tampaknya berkepanjangan. Hafshah tampak masih terus saja bersedih, meski suaminya sudah cukup lama meninggal dunia. Hal ini membuat Umar sebagai ayah merasa iba.

Umar pun memberanikan diri untuk berbicara kepada sahabat terbaik dan terdekat dengannya. Mulailah Umar menemui Abu Bakar ash-Shiddiq. Kepadanya diceritakan keadaan anaknya itu dan ia pun menawarkan kepada Abu Bakar untuk mau menikah dengan Hafshah yang sudah menjada.

Mendengar hal itu Abu bakar hanya terdiam. Ia tidak berkata sepatah kata pun. Abu Bakar tampaknya tidak mau, namun merasa tidak enak bila harus berkata tidak. Umar kecewa atas penolakan Abu Bakar, tetapi ia berusaha untuk memaklumi.

Umar tidak berputus asa, ia pun mencoba mendatangi Utsman bin Affan. Umar berkata seperti kala bertemu Abu Bakar. Ternyata Utsman yang menantu Rasulullah dan baru ditinggal mati oleh istrinya Ruqayyah binti Rasulullah mengatakan, "Saat ini aku belum membutuhkan wanita."

Setelah dua sahabat terbaik menyatakan penolakan untuk menikah dengan Hafshah, Umar pun memberanikan diri untuk berbicara kepada Rasulullah saw. Ia ceritakan sikap dua sahabat itu lalu Rasulullah saw. menyatakan, "Hafshah akan menikah dengan orang yang lebih baik dari Utsman dan Utsman akan menikah dengan wanita yang lebih baik dari Hafshah."

Setelah mendengar pernyataan Rasulullah itu, Umar menjadi amat gembira. Segera ia temui putrinya Hafshah dan mengabarkan bahwa Rasulullah akan menikahinya. Ini merupakan kehormatan dunia dan akhirat.

Kegembiraan itu ternyata betul-betul terwujud karena Rasulullah akhirnya menikah dengan Hafshah binti Umar ibnul Khaththab.

sumber buku Kisah seputar keluarga Drs. H. Ahmad Yan

Sabtu, 08 April 2017

Belajar sabar

    
Suatu hari, Rasulullah saw bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq RA
Ketika sedang bercengkrama dg Rasulullah, tiba2 datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar.
Makian, kata2 kotor keluar dari mulut orang itu.
Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya.
Ia melanjutkan perbincangannya dg Rasulullah.

Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.
Semakin marahlah orang Arab Badui tsb.
Untuk ke 2 X nya, ia mencerca Abu Bakar dg makian yg lebih menyakitkan dari seblmnya.
Tapi Abubakar As - Shiddiq RA tetap sabar menerima cacian tsb dg lapang dada.

Utk ke 3X nya badui itu mencaci maki lagi dg sangat menyakitkan bagi siapapun yg mendengarnya.
Selaku manusia biasa, akhirnya, dibalaslah makian orang Arab Badui tsb dg makian pula.
Maka terjadilah 'Perang Mulut'.

Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya.
Beliau meninggalkan Abu Bakar 'Tanpa Mengucapkan Salam'.
Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung.

Dikejarnya Rasulullah yg sudah sampai di halaman rumahnya. Kemudian Abu Bakar berkata :
"Wahai Rasulullah, janganlah Engkau biarkan aku dalam kebingungan yg sangat dlm.
Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku."

Rasulullah menjawab,
"Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dg membawa kemarahan, memfitnahmu lalu mencelamu, kulihat engkau tenang, diam dan engkau tidak membalas. Aku bangga melihat engkau org yg kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian. Dan aku tersenyum krn ribuan Makaikat turun di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun utkmu, kepada ALLAH SWT."

Begitu pun yg ke 2 X, ketika ia mencela serta memfitnahmu dan engkau tetap tenang, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya.
Oleh sebab itu, aku tersenyum.

Namun...
Ketika ke 3 X ia mencacimu dan engkau menanggapinya, dan engkau membalasnya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu dan
hadirlah iblis di sisimu.Oleh karena itu, aku tinggalkan kamu. Aku tidak ingin berdekatan dengan iblis , dan aku pun enggan memberi salam kepada iblis."
Setelah itu menangislah Abu Bakar...

Wahai Diri !!!!
Sabar itu memang "sakit" dan "perih". Namun Allah mengasihi dan selalu menyertai orang yg sabar.
Allah Ta'ala berfirman :

' يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Wahai orang-orang yang beriman... Minta tolonglah kepada Allah dengan 'SABAR' dan 'SHALAT'.
Sesungguhnya Allah itu selalu menyertai orang2  yang "sabar" (QS. Al-Baqarah, 2:153)

Bagi orang sabar maka pahala yg didapat adalah "TANPA BATAS...."

Di pintu Surga Malaikat menyambut orang2 yg sabar dg mengucapkan "SALAAMUN 'ALAIKUM BIMAA SHOBARTUM..."
(Semoga keselamatan selalu terlimpah untukmu karena kesabaranmu...)

Semoga Bermanfaat dan semoga Allah menjadikan kita org2 yg sabar. Aamiin..🙏🙏🙏

Kamis, 30 Maret 2017

Apa itu cinta?


Cinta...
Adalah ‘Ali, ketika dia berbaring tidur menggantikan Rasulullah Saw di kasur Nabi, padahal dia tahu bahwa sekelompok orang telah berkumpul untuk membunuh Rasulullah Saw, dia juga tahu bahwa dia mungkin saja tewas di kasur yang sama!!
.
Cinta...
Adalah Bilal, ketika dia tidak lagi mengumandangkan azan setelah Rasulullah Saw wafat, lalu ketika Bilal mengumandangkan azan lagi atas permintaan ‘Umar saat penaklukan Baitul Maqdis. tidak pernah tangisan begitu membahana terlihat sebelumnya, saat Bilal mengucapkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah”.
.
Cinta...
Adalah Abu Bakar yang mengatakan: “saat kami berhijrah, aku heran dengan munculnya susu yang tercampur air, lalu aku berikan susu tersebut kepada Rasulullah, dan aku katakan: “Minumlah wahai Rasulullah”
Abu Bakar mengatakan: “Maka Rasulullah pun minum sehingga hilanglah dahagaku” (Rasulullah yang minum, Abu Bakar yang hilang dahaganya).
.
Cinta...
Adalah Zubair yang mendengar kabar terbunuhnya Rasulullah, lalu dia pun keluar dengan menyeret pedangnya di jalan-jalan kota Makkah, padahal usianya baru 15 tahun. Agar pedangnya menjadi pedang pertama yang terhunus dalam sejarah Islam.
.
Cinta...
Adalah Rabi’ah bin Ka’b saat Rasulullah Saw bertanya kepadanya “apa yang kamu butuhkan?” Rabi’ah pun menjawab: “aku meminta agar aku bisa mendampingimu di surga”.
.
Cinta...
Adalah Tsauban ketika Rasulullah Saw bertanya kepadanya: “Apa yang membuat warna (wajahmu) berubah?” lalu Tsauban menjawab: “aku tidak sakit dan terluka, hanya saja jika aku tidak melihatmu aku menjadi sangat merindu kesepian sampai aku bertemu denganmu”.
.
Cinta... Adalah ketika Abu Bakar As-Shiddiq berkata kepada Rasulullah Saw sebelum memasuki gua (Tsur): “Demi Allah, janganlah engkau masuk sampai aku masuk terlebih dahulu, jika ada sesuatu di dalam gua ini maka akulah yang terkena bukan engkau”.
.
Cinta...
Adalah Abu Bakar yang menangisi RAsulullah Saw ketika tampak tanda-tanda telah dekat kewafatannya, lalu Rasulullah menenangkannya: “Janganlah kamu menangis! Jika saja aku boleh menjadikan seseorang kekasih dari golongan manusia, aku pasti menjadikan Abu Bakar kekasihku”

Cinta...
Adalah ketika seorang ibu menjajakan dagangan demi sesuap nasi untuk si buah hati...

Lalu...dimana cintamu...

Sabtu, 11 Maret 2017

Kisah Maryam binti Imron

📆 Sabtu, 12 Jumadil Akhir 1438H / 11 Maret 2017

📚 *SIROH & KELUARGA*

📝 Pemateri: *Ustadzah Eko Yuliarti Siroj*

📋  *Kisah Maryam binti Imron*

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🌹

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ  
"Maka Tuhannya menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakariya[33]. Setiap kali Zakariya masuk menemui Maryam di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan di sisinya[34]. Zakariya berkata: "Wahai Maryam! Dari mana (makanan) ini kamu peroleh?" Maryam menjawab: "Makanan itu dari sisi Allah". Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa hisab." (QS Ali Imron:37)

Zakaria menyiapkan mihrab untuk Maryam. Mihrab adalah ruangan yang berada di bagian depan tempat ibadah yang menjadi simbol penjagaan dan penghormatan. Saat Maryam sampai diusia balig, ia tenggelam menghabiskan seluruh waktunya dalam khusyu ibadah kepada Allah.

Kemuliaan dan karakter taqwa mulai tampak pada diri Maryam. Hampir setiap hari Zakaria mengantarkan makanan untuk Maryam. Dan ia selalu mendapatkan buah-buahan musim panas di saat musim dingin dan mendapatkan buah-buahan musim dingin disaat musim panas. Semuanya sudah tersedia di mihrab Maryam.
Zakaria heran dan bertanya:"Darimana engkau dapatkan semua ini?" Maryam menjawab dengan jawaban iman:"Sesungguhnya semua itu dari sisi Allah. Ia memberi rizki siapa yang dikehendaki tanpa perhitungan."
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ (٤٢) يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ
"Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata: "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu di atas segala wanita di dunia. Wahai Maryam! Taatilah selalu Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama orang-orang yang ruku" (QS Ali Imran : 42-43)
Saat Maryam beribadah di mihrab, malaikat menyerunya:"Sesungguhnya Allah memilihmu untuk menjadi sebaik-baik perempuan didunia.
Dia akan mengkhususkanmu untuk menjadi ibunda Isa AS yang akan Dia ciptakan dengan kalimatNya.
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ
"Ingatlah), ketika para malaikat berkata: "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah." (QS Ali Imron : 45)

Maryam terkejut dan segera bersujud kepada Allah. Ia memohon diberi kekuatan agar mampu menghadapi berbagai kesulitan yang sudah terbayang olehnya. Apa kata orang-orang diluar sana? Bagaimana mereka menyikapi kehamilannya? Apa jawaban yang harus ia berikan? Bagaimana mungkin seorang perempuan yang suci, disucikan, ahli ibadah bisa hamil tanpa ada suami?
إِذْ قَالَتِ الْمَلائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكِ بِكَلِمَةٍ مِنْهُ اسْمُهُ الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (٤٥) وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

"(Ingatlah), ketika para malaikat berkata: "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan Termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada) Allah,
Dan dia berbicara kepada manusia (sewaktu) dalam buaian[16] dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk orang-orang yang solih." (QS Ali Imron:45-46)

Malam itu...saat kedua mata Maryam hampir terpejam, sekelompok cahaya menerangi mihrabnya. Cahaya yang bersinar sangat terang....dari tengahnya keluarlah Jibril AS dalam wujud manusia. Maryam berkata:"Aku berlindung kepada Allah. Siapa engkau?" Jibril menjawab:"Aku adalah utusan Allah untukmu. Allah mengutusku kepadamu untuk memberi kabar gembira bahwa dengan kalimatNya, Dia akan menjadikanmu mengandung seorang nabiyulloh Isa AS."
قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا (١٨) قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لأهَبَ لَكِ غُلامًا زَكِيًّا
"Dia (Maryam) berkata, "Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.”
Dia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS Maryam : 18-19)
Maryam bertanya:"bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak padahal belum pernah ada seorangpun yang menyentuhku? Aku seorang yang suci bersih." Jibril menjawab:"Wahai Maryam...wahai perempuan yang disucikan Allah, sesungguhnya Allah telah memilihmu dan mengutamakanmu dari seluruh perempuan didunia ini. Sungguh Allah telah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu. Urusan Isa disisi Allah seperti urusan Adam yang Ia ciptakan dari kalimatNya yaitu kalimat 'kun' kemudian Ia simpan diperutmu."
وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِنْ رُوحِنَا وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

"Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke8i dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda kekuasaan Allah bagi seluruh alam." (QS Al-Anbiya:91)

Maryam stres berat....ia nyaris depresi. Ketakutan menghantui fikirannya. Ia memilih menyendiri dan menutup diri. Ia mendengar kaumnya menuduhnya telah melakukan perbuatan keji. Bulan berlalu...dan tibalah waktu melahirkan.
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا (٢2) فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَى جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا (23) فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا (٢٤)وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا (٢٥) فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا
"Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata, "Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan. Maka dia (Jibril) berseru kepadanya dari tempat yang rendah, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini." (QS Maryam:22-26)

Maryam merasakan sakit yang luar biasa menjelang melahirkan. Ia sampai berandai-andai lebih baik mati saja. Sebagian mufassir menyebutkan, saat itu Maryam mendengar suara Jibril:"Sesungguhnya kasih sayang dan pertolongan Allah meliputimu. Jangan bersedih dengan kesendirianmu. Sesungguhnya didekatmu terdapat sungai. Goyangkanlah batang pohon kurma itu maka akan berjatuhanlah kurma-kurma ranum. Makanlah kurma itu dan minumlah dari sungai itu dan berbahagialah. Jika engkau bertemu dengan seseorang jangan bicara apapun padanya. Jika ia memaksa, katakanlah aku bernadzar hari ini tidak akan bicara dengan siapapun."

فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا (٢٧) يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

"Kemudian dia (Maryam) membawa dia (bayi itu) kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka (kaumnya) berkata, "Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina." (QS Maryam:27-28)
Maryam berjalan dengan membawa Isa dipelukannya. Orang-orang yang melihatnya terperanjat. Mereka berkata:"Engkau datang kepada kami membawa sesuatu yang asing wahai yang menyamai Harun dalam kesalihan dan ibadahnya. Ayahmu bukan orang yang berperilaku buruk dan ibumu bukan seorang pelacur." Maka Maryam menunjuk anaknya agar mereka berbicara kepadanya. Bertambahlah kemarahan mereka dan mereka menyangka bahwa Maryam melakukan sihir kepada mereka. Namun Allah berkehendak agar Isa AS berbicara yang dengannya ia membersihkan nama ibunya sebagai perempuan terbaik didunia yang memiliki kesucian dan kemuliaan. Isa AS berkata:"Sesungguhnya aku seorang hamba Allah. Akan didatangkan kepadaku al-kitab dan Allah memilihku sebagai nabi dan dengan izinNya ia menjadikanku pengajar kebaikan. Aku akan berbakti pada ibuku dan aku tidak akan menjadi pemaksa bagi siapapun dan aku tidak akan ma'shiyat kepada Allah. Dan keamanan atas orang yang Allah lindungi pada hari kelahiranku, hari kematianku dan hari ketika aku diutus (kembali) dalam keadaan hidup."

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا (٢٩) قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا (٣٠)وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا (٣١) وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا (٣٢) وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا (٣٣)

"Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?"
Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi, Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
(QS Maryam : 29-33)

Pada saat nabi Isa As lahir, Agustus kaisar Romawi telah memerintah selama 42 tahun. Herodes (panglima Agustus) mendapat kabar dari para dukun bahwa seorang anak laki-laki telah lahir. Anak ini akan mengalahkannya suatu saat nanti dan mereka menganjurkan agar kaisar membunuhnya. Yusuf bin Najjar seorang kerabat Maryam mendengar rencana jahat ini. Ia segera menjemput Maryam dan Isa dan membawa mereka menuju Mesir.

Sampailah Isa dan Maryam di Mesir melalui Sinai dan hiduplah mereka disana, dipinggiran sungai nil. Orang-orang sangat menyukai Isa. Seorang anak muda yang cerdas, berwibawa, dan penuh kebaikan. Ketika Isa berusia 12 tahun, Herodes meninggal dunia. Kembalilah Maryam dan Isa ke Palestina dan mereka tinggal di An-Nashiroh sebuah desa dekat Al-Khalil.  Saat itu Allah menurunkan risalah kenabian.

وَيُعَلِّمُهُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَالتَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ (٤٨) وَرَسُولا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الأكْمَهَ وَالأبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

" Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil(yang berkata kepada mereka), "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sebuah tanda (mukjizat) dari Tuhanmu yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahir dan orang yang berpenyakit sopak. Dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah, dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu orang beriman." (QS Ali Imron:49)

Di usia 30 tahun, Isa mulai mengobati orang dengan izin Allah. Ia melakukan pengobatan secara gratis. Ia juga mengusir setan dan menghidupkan orang mati dengan izin Allah. Orang-orang menyukainya dan berkerumun disekitarnya. Akan tetapi sebagian rahib, mereka berkumpul untuk menghentikan dakwahnya. Orang-orang yahudi menempatkan seorang mata-mata untuk menangkap Isa, akan tetapi Allah menurunkan seseorang yang sangat mirip dengan Isa. Maka mereka menangkapnya dan menyalibnya.

Allah mengangkat Isa ke sisiNya
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا (١٥٦) وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا (١٥٧) بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka yang sangat keji (zina) terhadap Maryam,
Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa. Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) Isa, selalu dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu siapa sebenarnya yang dibunuh itu, melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,
Tetapi (sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa ke hadirat-Nya. Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."( QS An-Nisa:156-158)

*Hikmah Kehidupan:*
🔸Rizki akan Allah berikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki. Maka berharap dan memintalah hanya kepadaNya.
🔹 Bisa jadi sesuatu yang terasa berat bagi manusia akan tetapi baik menurut Allah.
🔸 Maryam adalah perempuan dengan ujian terberat. Seorang perempuan suci, hamil tanpa pernah disentuh seorangpun, dikata-katai, depresi, terasing, menanggung semua bebannya seorang diri, menahan sakit, menghadapi kaumnya yang membencinya. Dan itu berjalan bukan hanya satu dua hari melainkan ia tanggung berbulan-bulan.
🔹 Dalam kondisi seorang perempuan lemah, Allah masih mensyaratkannya untuk berusaha/ikhtiar. Dan bukan sekedar usahanya yang Allah lihat akan tetapi juga kemauan untuk melakukan usaha itu.
🐟 Bagaimanapun sulitnya situasi, fitrah seorang ibu tetap menyayangi anaknya.
🔸 Orang baik itu ada dimana-mana dan teruslah bergaul dengan masyarakat agar kita tahu persis mana orang-orang baik itu.
🔹 Bersosialisasi adalah kebutuhan manusia. Setelah melahirkan Maryam kembali kepada kaumnya yang ia tahu sangat membencinya. Namun Maryam ingin membuktikan kebenaran dan kemuliaan dirinya.
🔸Hijrah adalah sunnah para nabi. Hijrah dilakukan untuk menyelamatkan aqidah, menyelamatkan dakwah dan menyelamatkan jiwa.

Wallohu a'lam bish showwab

🌿🌺🍂🍀🌼🍄🌷🍁

Dipersembahkan oleh:
http://www.manis.id

📲Sebarkan! Raih pahala
====================
Ikuti Kami di:
📱 Telegram : https://is.gd/3RJdM0
🖥 Fans Page : https://m.facebook.com/majelismanis/
📮 Twitter : https://twitter.com/grupmanis
📸 Instagram : https://www.instagram.com/majelismanis/
🕹 Play Store : https://play.google.com/store/apps/details?id=id.manis
📱 Join Grup WA : http://bit.ly/2dg5J0c

Copas dari group di wa

Sabtu, 25 Februari 2017

KISAH PEMUDA DAN BATU ZAMRUD


Ini adalah kisah di zaman tabi'in, seorang pemuda yang tinggal di Mekah. Anak muda ini dikenal rajin ibadah masya Allah, ahli ibadah.

Begini kisahnya...

Sehabis sholat dzhuhur di masjidil haram, lalu waktu keluar dari masjid dia temukan di halaman masjid tergeletak suatu kantong kain berwarna biru. Dia lihat, kemudian diambil sama dia kantong itu, lalu dibuka.

Ternyata di dalamnya ada batu zamrud, warnanya biru dan bagus.  Pemuda ini lalu berdiri di atas batu lalu teriak, "Wahai penduduk Mekah, saya menemukan ini nih, kantong warna biru, siapa pemiliknya?"

Ga ada orang jawab, padahal di situ ada banyak sekali pedagang. Kita bisa bayangkan bagaimana keimanan orang-orang pada zaman itu. Di zaman sekarang mungkin ga usah diiklanin, kantong itu udah ilang, ada yang ngambil. Ini diiklankan tidak ada yang mengaku, dua kali dia teriak, "Wahai penduduk Mekah, siapa pemilik kantong ini?" Lagi-lagi tidak ada yang jawab.

Tiga kali dia coba iklankan, bahkan sampai sepuluh kali, lagi-lagi tidak ada yang datang mengaku pemilik kantong tersebut. Akhirnya dia bilang kepada penduduk Mekah, "Kalian tahu di mana rumah saya, kalau ada orang yang nanya kantongnya yang hilang, tunjukkan rumah saya."

Subhanallah menjelang waktu ashar ada satu orang tua datang kemudian naik di batu yang sama tempat pemuda tadi mengiklankan kantong itu. Lalu kakek itu teriak, "Wahai penduduk Mekah, adakah yang menemukan sebuah kantong yang tergeletak di halaman masjid, itu adalah kantong saya. Kalau ada yang temukan akan saya beri imbalan 500 dirham."

Imbalan yang cukup besar mungkin kalau sekarang bisa belasan juta atau puluhan juta rupiah. Kakek itu mencoba mengiklankan sampai tiga kali, baru kemudian ada yang datang seorang pedagang mengatakan, "Tadi waktu habis sholat dzhuhur ada seorang pemuda penduduk Mekah mengaku menemukan kantong, rumahnya di sana, silakan anda ke sana."

Pergilah kakek itu ke sana. Pas tiba di sana, diketuk pintu rumah itu, lalu bersalaman sama anak muda itu, lalu bertanya, "Apakah kau temukan kantong saya yang sebelumnya tergeletak di halaman masjidil haram?" Anak muda itu mengatakan, "Iya, bisakah kau sebutkan ciri-cirinya?" Kakek itu kemudian menerangkan ciri-ciri kantong itu, isinya ada batu zamrud, warnanya ini dan seterusnya.

Anak muda itu kemudian yakin bahwa kakek ini memang pemilik kantong tersebut. Lalu diberikan lah kantong tersebut kepada kakek ini. Kakek ini berfikir anak muda ini tahu imbalan yang akan dia berikan, kemudian dia mengeluarkan 500 dirham dan memberikannya.

Anak muda ini berkata, "Mohon maaf, apa ini?" Kakek ini menjawab, "Ini imbalan, karena kamu sudah menemukan kantong saya." Pemuda itu berkata, "Tidak, saya niat kembalikan karena Allah, tidak ada yang lain." Kakek ini bilang, "Pokoknya ambil saja, karena ini janji saya." Pemuda ini bilang, "Tidak, saya tidak bisa terima, tidak ada urusan dengan uang ini."

Kakek ini kemudian merasa kagum dengan keimanan anak muda ini, imannya luar biasa, tidak mau terima balasan sejumlah uang yang cukup besar itu. Akhirnya kakek itu tidak memaksa lagi, dianggap urusannya sudah selesai, lalu keluarlah ia dari rumahnya, pamit undur diri kepada pemuda ini.

Ringkas cerita, kira-kira tiga bulan setelah itu, anak muda ini merasa agak sedikit himpit ekonomi, dan ia ingin keluar dari kota Mekah. Keluarlah ia ke Jeddah, di sana ada pelabuhan, anak muda ini naik kapal ingin merantau cari rezeki.

Di tengah lautan kapalnya dihantam ombak yang besar sampai hancur. Dan anak muda ini pun alhamdulullah selamat di atas satu papan pecahan kapal. Dia terbangun menjelang shubuh, disadari ia ternyata terdampar di sebuah pulau. Lalu dia sadar ini menjelang shubuh, harus sholat.

Kemudian ia lihat di pinggir pantai itu ada sebuah masjid. Masjid ini sudah kotor, banyak sarang laba-laba. Dalam keadaan tubuhnya yang lemas, dia paksakan untuk membersihkan masjid itu. Pas masuk waktu shubuh, lalu dia adzan.

Pas dia adzan, masyarakat sekitar masjid datang. Lalu dia ditanya, "Anda ini siapa?" Dia bilang, "Saya musafir, kapal saya tenggelam dan saya terdampar di pulau ini." Dikasihlah dia baju, lalu disuruhlah ia jadi imam sholat. Waktu dia jadi imam sholat suaranya bagus, memang anak muda ini penuntut ilmu yang baik.

Masyarakat di pulau itu merasa cocok dengan anak muda ini, maka mereka memintanya untuk tinggal di pulau itu untuk jadi imam masjid, karena imam sebelumnya sudah meninggal dunia. Setelah tiga bulan tinggal di situ, masyarakat kampung itu berkata, "Wahai anak muda, kami merasa cocok dengan kamu, maukah kamu kami nikahkan dengan anak gadis terbaik kami?"

Lalu di panggillah anak gadis di kampung itu yang menurut mereka paling baik, datang bercadar, begitu datang di masjid, pemuda itu duduk di mihrab, perempuan ini duduk di hadapannya untuk dilihat wajahnya.

Tiba-tiba pemuda ini kaget melihat perempuan itu, karena di lehernya ada kalung, ada batu zamrudnya. Dan dia melihat batu ini persis seperti batu yang ia temukan di Mekah enam bulan yang lalu. Maka ia lihat terus batu zamrud itu.

Lalu masyarakat itu bilang, "Wahai anak muda kau dzalimi perempuan ini. Kami datangkan untuk lihat wajahnya, bukan permatanya." Maka dia bilang, "Saya punya kisah dengan batu ini." Batu ini begini begitu, dia cerita enam bulan yang lalu. "Di Mekah saya bertemu seorang kakek pemilik batu ini...."

Begitu dia bilang seorang kakek.... tiba-tiba masyarakat satu masjid semuanya meneriakan takbir, "Allahu Akbar!" Kaget dia, "Kenapa kalian bertakbir?"

Mereka menjawab "Apa kamu tau siapa kakek itu? Yang kamu tidak mau ambil dirhamnya dan kau kembalikan batu zamrudnya."

Pemuda itu bilang, "Saya tidak tahu."

Lalu mereka bilang, "Kakek itu adalah ayahnya dari perempuan ini... dan dia adalah pemimpin kami di pulau ini... dialah imam masjid kami yang sudah meninggal. Dan dia sewaktu pulang dari Mekah menceritakan kebaikan seorang pemuda yang tidak mau menerima imbalannya dan sebelum meninggal dia sempat berdoa, Ya Allah jadikanlah anak muda di Mekah itu jodoh anak saya."

Subhanallah...

Hikmah dari kejadian ini, berawal dari batu zamrud yang sebelumnya ia kembalikan karena Allah, kemudian Allah jadikan batu itu dengan cara-Nya menjadi haknya dia. Bahkan Allah tambahkan ia memiliki istri pemilik batu zamrud itu.

Begitulah balasan bagi orang yang bertakwa kepada Allah S.W.T.

Silakan share jika dirasa bermanfaat...
Dan nanti kan kisah2 yg lain nya

Sumber : Lampu Islam Youtube Channel

Copas dari group di wa
*****

CINTA YANG DI AJARKAN SITI KHADIJAH SEHINGGA RASULULLAH PUN MENANGIS.

Suatu ketika Rasulullah SAW. pulang dalam keadaan sangat letih dari medan dakwah. Ketika hendak masuk rumah, Khadijah biasanya menyambut beliau berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri menyambut Suami tercinta, Rasulullah berkata: “Wahai Khadijah tetaplah di tempatmu.”

Saat itu Khadijah sedang menyusui anaknya Fatimah yang masih bayi. Rasulullah faham dengan kesetiaan Khadijah, Rasulullah TAKJUB dengan pengorbanan Khadijah. Meskipun dalam keadaan LELAH menjaga rumah tangganya. Mekipun dalam keadaan LETIH dalam memelihara anaknya, Khadijah masih sempat menunjukkan KESETIANNYA kepada sang Suami walau dengan hal yang SEDERHANA. Bahkan seluruh harta bendanya diberikan kepada Nabi demi perjuangan Islam dan bahkan lebih dari itu, jiwa dan raganya diperuntukkan untuk Islam.

Tidak jarang Khadijah menahan lapar sambil menyusui anaknya Fatimah ra. Sehingga yang keluar bukan air susu lagi tapi DARAH yang keluar yang MASUK kemulut fatima Melihat Khadijah letih menyusui anaknya, Rasulullah mengambil Fatimah dan diletakkan di tempat tidurnya.

Gantilah Rasulullah berbaring dipangkuan sang Istri. Karena Rasulullah begitu lelah dan letih dari mendakwahkan islam kepada umatnya yang menolak seruannya, beliaupun tertidur dipangkuan sang istri. Katika itulah khadijah dengan belaian kasih sayang membelai rambut Beliau. Tak terasa AIR MATA Khadijah al-Kubra menetes mengenai pipi Rasulullah SAW. Nabipun terjaga

“Wahai Khadijah kenapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad? Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan, tetapi hari ini engkau telah dihina orang, semua orang telah menjauh darimu, seluruh harta bendamu habis. Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?” Khadijah al-Kubra berkata, “Wahai suamiku, wahai Nabi Allah, bukan itu yang aku tangiskan. Dulu aku memiliki kemuliaan, kemuliaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki kebangsawanan, kebangsawanan itupun aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, seluruh harta kekayaan itu aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Wahai Rasulullah, sekarang ini aku tidak memiliki apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini.”

“Wahai Rasulullah, seandainya aku telah MATI sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, kemudian engkau hendak menyebrangi sebuah lautan, ..engkau hendak menyebrangi sebuah sungai dan engkau tidak menemukan satu perahu pun ataupun jambatan, maka engkau gali lubang kuburku, engkau gali kuburku, kemudian ambillah TULANG BELULANGKU, engkau jadikan jembatan sebagai jalan menyeberangi sungai itu untuk menemui umatmu.

DAN RASULULLAH PUN MENANGIS.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad, sang cahaya-Mu yang selalu bersinar dan pemberian-Mu yang tak kunjung putus..dan kumpulkan lah kami semua kepada sang cahaya di yaumil qiyamah yaitu Rasulullah saw..

Haturnuhun Anwar Fuadi untuk tadzkirah nya

Rabu, 22 Februari 2017

Wahai Rasulullah mengapa Engkau menangis?

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Pada suatu hari Rasulullah SAW ditemui oleh malaikat Jibril. Rasul bertanya “Ada apa wahai Jibril?”.

Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, sesungguhnya hari ini Allah SWT sedang mengobarkan nyala api Neraka dan seluruh Malaikat amat ketakutan, mereka tidak tahu harus bagaimana,

Untung aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah SWT kepada alam semesta. Dengan alasan itu aku ke sini, bertabaruk dengan cinta Allah kepada dirimu".

Rasulullah SAW terdiam beberapa saat. Kemudian bertanya lagi, “Wahai Jibril, ceritakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya”.

Jibril menjawab “Wahai Muhammad, Neraka itu bagaikan lubang-lubang yang terdiri dari 7 tingkat. Jarak antara satu lubang dengan yang lain ialah perjalanan 70 tahun. Lubang yang paling bawah adalah yang paling panas".

Nabi SAW meneruskan pertanyaannya, "Lalu siapakah penghuni lubang-lubang neraka itu wahai Jibril?”.

Jibril menjawab, “Lubang yang paling bawah diciptakan untuk orang orang munafik, lubang berikutnya untuk penyembah berhala, lalu untuk penyembah bintang dan matahari".

Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan neraka hingga lubang yang ke 5 tempatnya umat Yahudi dan yang ke 6 dihuni oleh umat Nasrani. Setelah menjelaskan penghuni 6 tingkatan Neraka, Jibril diam cukup lama.

Rasulullah SAW penasaran dan bertanya kembali, “Wahai Jibril, siapakah penghuni neraka yang ke 7?”. Jibril diam saja tidak menjawab.

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaannya, tapi Jibril tetap diam.
Rasulullah SAW tambah penasaran dan mendesak jibril agar dijawab pertanyaannya.

Akhirnya Jibril pun berkata, “Umatmu wahai Muhammad, mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan umatmu yang dimana sampai mereka mati belum sempat bertaubat".

Mendengar jawaban Jibril, Rasulullah SAW langsung jatuh pingsan. Jibril merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda di atas pangkuannya.

Tak berapa lama Rasulullah SAW sadar dan langsung menangis bersimbah air mata, dengan terisak-isak Rasulullah SAW mempertegas pertanyaannya, “Wahai Jibril, apakah benar ada diantara umatku yg masuk neraka?”.

Jibril menjawab“Benar wahai Muhammad, pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat".

Setelah itu Rasulullah SAW langsung menghadap kiblat dan sujud kepada Allah SWT dalam isak tangisnya.

Sesekali dengan suara pelan beliau membisikkan kata-kata "Ummati ya Rabb, ummati, ummati, ummati...."

Beliau SAW tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selamat 3 hari 3 malam kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan, barulah beliau bangkit untuk menjadi imam dan setelah itu kembali sujud lagi.

Pada hari ke 3, Abu Bakar ra menyadari hal ini, beliau mengetuk pintu Rasulullah SAW dan mengucapkan salam 3 kali, namun tidak terdengar jawaban.

Abu Bakar ra sedih dan berseru di depan pintu Nabi SAW, “ Apakah ada jalan untuk masuk ke rumah Rasulullah”. Tetap tidak ada jawaban.

Lalu beliau menangis dan melangkah pulang
Di jalan beliau bertemu sahabat Umar ra, “Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?”.

Abu Bakar ra menceritakan keadaan Rasulullah SAW. Maka Umar ra pun melangkah menuju rumah Nabi SAW dan terjadilah hal yang sama. Umar pun pulang dan menangis.

Di jalan beliau bertemu Salman Al Farisi ra. Dengan terisak-isak Umar ra bercerita kepada Salman ra hingga membuat dia amat sedih, namun dia tidak berani mengulangi hal yang sama.

Salman melangkah menuju rumah Fatimah ra dan menceritakan hal itu.

Setengah berlari Fatimah ra menuju rumah Ayahnya SAW dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.

Mendengar suara lembut putri tercinta, sejuklah dada Nabi SAW. Rasullah SAW bangkit dari sujud dan membuka pintu.

Alangkah terkejutnya Fatimah ra melihat beliau yang amat kurus dan pucat.

Fatimah memeluk beliau saw lalu menangis. “Wahai ayahanda, apa yang terjadi? mengapa engkau amat sedih seperti ini?”.

Rasulullah SAW kembali menangis dan berkata dengan suara lirih, “Wahai Fatimah, belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku tidak sedih sedangkan Jibril mengatakan akan ada kelak umatku yang akan masuk neraka".

Begitu besarnya Cinta Nabi Muhammad SAW kepada kita.
Apakah cinta beliau akan terbalaskan...
Atau hanya akan menjadi cinta bertepuk sebelah tangan ?

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد عدد خلقك ورضا نفسك وزينة عرشك ومدد كلماتك

Kami sangat mencintaimu Yaa Rasullullah....